DavyChating

Jumat, 20 Juli 2018

CUCI GOSOK


CUCIGOSOK


Iya banget dong. Pembantu itu salah satu jenis rizki, tetapi ini jenis rizki yang seringnya sih terlupa untuk disyukuri. Ciyeeee. Gimana dong yang ngga punya pembantu, Dey? Keep smile dan sabar ya sis, itu pahala udah menggunung siap menanti deh pasti. Hehehe.
Saya dari kecil memang selalu ada pembantu di rumah. Seinget saya ada sih beberapa waktu saya ga punya pembantu yang kalau dihitung-hitung masih lebih sedikit dibanding seluruh waktu masa pas ada pembantu di rumah. Ini bermula dari pekerjaan ibu saya ya yang PNS sedari mudanya dahulu banget itu lho jadi memang  kami sekeluarga terbantu banget dengan adanya cucigosok.
Eh tapi jaman dulu sih seinget saya pembantunya itu dari kampung halaman gitu.. Jadi kalau ditarik garis trah-nya sih masih sodaraan gitu. Hahaha. Ini ada positifnya lho kalau pembantunya masih sodaraan gitu berasa lebih deket dan lebih awet. Oh, sama ga aneh-aneh. Beneran separuh niat nolong kali yak makanya itu bibi-bibi pembantu saya jaman saya kecil dulu pada baik dan tulus banget. Huks, jadi kangeeeen. :’)
Saya masih inget loooh, kalau saya mau berangkat ke TK, pasti saya dianterin sama pembantu saya ke warung deket rumah untuk beli snack. Nanti snack itu dimakan pas istirahat di TK. Hihihi. Luthunaaa.
Saya sih sama sekali ga menyalahkan pilihan ibu saya buat bekerja dan menggunakan jasa pembantu. Setiap ibu punya pilihan yang diambil dengan resiko masing-masing sih. Alhamdulillah-nya pembantu saya pada beres-beres yak. Hahaha. Ga kaya pembantu sekarang yang amit-amit suka ada yang sampe ngejualin anak majikannya. Hiiiy. Naudzubillahimindzalik!
Masa-masa ngga ada pembantu dimulai saat saya menginjak kelas 3 SD. Saat itu kakak saya sudah menginjak bangku SMA tuh, ibu saya berketetapan hati untuk mengasuh gadis-gadisnya kala itu untuk lebih mandiri tanpa pembantu. Ciyeeee. ;P
Berhasil sih, hihihihi, saya sama kakak saya jadi lebih rajin, beneran rajin lhooo, kami melakukan pembagian tugas yang jelas biar ga terjadi perang baratayuda, hahaha. Jadi saya tugasnya tuh menyapu + mengepel seluruh rumah, sedangkan kakak saya mencuci + memasak. Dari dulu dia emang jago sih masak ga kaya saya yang ampun acakadut banget skill masaknya sampe sekarang, huuks *nunduk
Nah, pembantu itu sendiri punya bermacam-macam karakter sih yaa. Tergantung banget dari personality dan tempat dia berasal. Ada yang lunak, keras, lembek, atau perpaduan keduanya*ini makanan atau pembantu sih*. Hahahahha.
Kalau dalam Islam gimana sih memandang pembantu?? Ehem eheem, ternyata Rasulullah punya pembantu lho. Hahaha terus kenapee deyy. Walau punya pembantu juga Rasulullah tetap ngerjain apa-apa sendirian keleuuss.
Pembantu Rasulullah itu namanya Anas Bin Malik salah satunya.. Dia diserahkan kepada Rasulullah saat Rasulullah hijrah ke Madinah. Ibunya Anas menyerahkan Anas sebagai tanda mata saking bahagianya Al-Musthafa Rasulullah tiba ke kotanya :’) Aaaaw so sweet dan touchy ya??
Anas Bin Malik ini akhirnya menjadi orang yang membersamai keluarga Rasulullah selama hayatnya lhooo. Selepas Rasulullah wafat, Anas pernah ditanya lho gimana sih Rasulullah memperlakukan dia? Dijawab dengan jawaban yang makjlebb

“Rasulullah tidak pernah berteriak atau bertindak semana-mena terhadapku. Suatu kali Rasulullah menyuruhku membeli sesuatu di pasar lalu aku malah duduk asyik bermain karena waktu itu aku masih kanak-kanak lalu Rasulullah mendatangiku dan menegurku dengan lembutnya. Aku sama sekali tidak pernah melihat akhlak tercela dari Rasulullah”
Aaahh :’) Itu sih gambaran ideal bagaimana kita seharusnya mengelola seorang pembantu. Ihiks.. Kombinasi dari akhlak mulia, menyayangi pembantu, memuliakannya, memberikan haknya, tidak semena-mena terhadapnya, tidak berteriak terhadapnya, dan seluruh akhlak yang bagus-bagus deh pokonya. Aaah, tuuh kaaan, Rasulullah itu emang the best banget ya.. Hiks
Alhamdulillah sekarang saya dikasih rizki berupa seorang pembantu yang baiiiikk bangett. Super baik dan ga aneh-aneh. Ga suka ngegosip (ini penting sih menurut saya). Ga suka sotoy (ini juga penting sih) dan penyayang bangeeet sama Ksatria. Huhuhu. Ini juga penting sih. Karena walaupun saya ngga kerja full di kantoran tapi teteup aja saya suka titip Ksatria saat harus ada agenda yang ga memungkinan untuk bawa dia. Heuheuheuheu.
Semoga kita yang ada rizki berupa pembantu bisa menjaga hak-hak mereka dengan baik yaaa..Dan berakhlak dengan mulia serupa Rasulullah Muhammad SAW yang begitu indahnya memuliakan pembantu :’)
Ya Allah mampukan kami mendidik para pembantu kami. Allahumma Amiiin

Rekayasa e-Business

Rekayasa e-Business

Perjalanan Tak Berujung: Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi

Perjalanan Tak Berujung: Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi: Nasi Tutug Oncom + Ikan Gurame Bakar + Sambel Lalapan Rumah Makan Nasi Liwet Asep Stroberi RM.  ASTRO Asep Strowberry – Entah mengapa ...

Perjalanan Tak Berujung: Ketemu Brown, Cony, James di LINE Store & Cafe KOR...

Perjalanan Tak Berujung: Ketemu Brown, Cony, James di LINE Store & Cafe KOR...: Aduh CONY Jangan Gelantungan Nanti Jatuh - Cony Kamu Memang Enerjik Line Friend Store & Cafe Myeong Dong Korea – Khusus nya buat p...

Perjalanan Tak Berujung: BERSEPEDA Onthel Menyusuri Heritage Kota SOLO

Perjalanan Tak Berujung: BERSEPEDA Onthel Menyusuri Heritage Kota SOLO: Bersepeda Onthel Keliling Kota Solo Heritage Solo – Kalo ada yang bertanya pada cumilebay tentang “Apa yang menarik dari Kota Solo ???...

Sabtu, 24 Maret 2018


Travelling or Traveling: What’s the Difference?


Hasil gambar untuk travelling
The two words traveling and travelling can cause some confusion for those writers not exactly sure when to use which one. Are they just variations of the same word? Do they have different meanings? Do they function differently in a sentence?
In today’s post, I want to address all of these questions so you will never again wonder or second-guess yourself, “Is it travelling or traveling?”